

Di balik semilir angin laut dan debur ombak yang mengiringi perjalanan menuju sekolah, dua siswi hebat dari SMAN 11 Batam membuktikan bahwa semangat dan tekad kuat mampu mengalahkan segala keterbatasan. Mereka adalah Erika Novianti dan Diva Mariani, siswa asal daerah kepulauan yang sukses menembus kompetisi sains O2SN hingga ke tingkat Provinsi.
Setiap hari, Erika dan Diva harus menempuh perjalanan yang penuh tantangan untuk bersekolah, mulai dari menyusuri jalur laut hingga menghadapi segala keterbatasan fasilitas di daerah mereka. Namun hal itu tak pernah menjadi alasan untuk menyerah. Justru, dari perjuangan itulah tumbuh kekuatan dan keteguhan hati untuk terus berprestasi.
Prestasi mereka adalah hasil dari kerja keras, semangat pantang menyerah, dan tentunya dukungan dari guru pembimbing yang luar biasa

Bapak Rahmat S.Si Beliau tak pernah lelah membina, membimbing, dan meyakinkan anak-anak pulau bahwa mereka mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami bangga dengan Erika dan Diva. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah, tapi juga semangat anak-anak pulau yang ingin maju dan menginspirasi Indonesia
Kini Erika dan Diva tengah bersiap menghadapi tantangan di tingkat provinsi. Harapan besar dititipkan di pundak mereka, tidak hanya untuk meraih medali, tetapi juga untuk menjadi simbol semangat bahwa dari pulau terpencil pun, bintang-bintang masa depan bisa bersinar terang.
Tak kalah penting adalah peran Kepala SMAN 11 Batam Bapak GATOT HANDOKO S.Pd M.M
yang terus mendorong budaya prestasi di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswa-siswi di wilayah kepulauan. Di bawah kepemimpinan beliau, semangat kompetisi dan semangat percaya diri terus ditanamkan kepada seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang atau lokasi tempat tinggal.
“Kami sangat bangga dengan Erika dan Diva. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa anak-anak dari pulau pun mampu bersaing di tingkat tinggi jika diberi kesempatan dan bimbingan yang tepat,” ujar Pak Gatot Handoko penuh bangga.
Kini Erika dan Diva tengah bersiap menghadapi tantangan di tingkat provinsi. Harapan besar dititipkan di pundak mereka, tidak hanya untuk meraih medali, tetapi juga untuk menjadi simbol semangat bahwa dari pulau terpencil pun, bintang-bintang masa depan bisa bersinar terang.
